Selasa, 24 Mei 2016

Tata Cara Sholat Beserta Doa & Gerakannya

  Tata Cara Sholat Beserta Doa & Gerakannya



Assalamu'alaikum Wr. Wb.

1.
Seorang muslim yang hendak melakukan shalat hendaklah berdiri tegak setelah masuk waktu shalat dalam keadaan suci dan menutup aurat serta menghadap kiblat dengan seluruh anggota badannya tanpa miring atau menoleh ke kiri dan ke kanan.
Kemudian berniat untuk melakukan shalat yang ia maksudkan di dalam hatinya tanpa diucapkan. (lihat shalat-shalat wajib)





2.
Kemudian melakukan takbiratul ihram, yaitu membaca Allahu Akbar sambil mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua bahunya ketika takbir.

Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada atau di bawahnya, tetapi di atas pusar.

Kemudian membaca do'a iftitah,lalu ta'awwudz (a'udzu billahi minasy syaithanirrajim) dan basmalah, kemudian membaca Al-Fatihah dan apabila telah selesai dia membaca aamiin. contoh salah satu do'a iftitah :


"Allahu Akbaru kabiraw walhamdu lillahi kathiraw wasubhanallahhi bukratau waasila. Wajjahtu wajhia lillazi fataras sama wati wal ardha hanifam muslimaw wama ana minal musyrikin. Inna solati wanusuki wamahyaya wammamati lillahi rabbil'alamin. La syarikalahu wabiza lika umirtu wa ana minal muslimin".
yang Artinya:
"Allah Maha Besar sebesar-besarnya. Dan puji-pujian bagi Allah sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah siang dan malam. Kuhadapkan mukaku, kepada yang menjadikan langit dan bumi, aku cenderung lagi berserah kepada Allah dan bukanlah aku dari golongan orang-orang yang menyekutukan Allah. Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku kuserahkan hanya pada Allah tuhan seru sekelian alam. Sekali-kali tidaklah aku menyekutukanNya . Dan dengan demikian aku ditugaskan, dan aku adalah dari golongan orang-orang Muslim (Islam)".
3.
"Allahu akbar kabiiraw walhamdulillaahi katsiiraw wasubhaanallaahi bukrataw wa-ashiilaa. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal-ardla haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi rabbil 'aalamiina laa syariika lahuu wabidzaalika umirtu wa-ana minal muslimiin."





Surat Al fatihah :

"Bismillaahirrahmaanirraahiim."
"Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin. Arrahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na 'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinashshiraathal mustaqiim. Shiraathalladziina 'an'amta 'alaihim qhairil maqhdluubi 'alaihim waladldlaallin"

"Amin"

4. Kemudian membaca salah satu surat atau apa yang mudah baginya di antara ayat-ayat Al-Qur'an.
misalnya surat Al-Ikhlas :

"Bismillaahirrahmaanirraahiim."
"Qulhuwallahu ahad Allaahushshamad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakullahuu kufuwan ahad."

5. Kemudian mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahunya lalu ruku' sambil mengucapkan Allahu Akbar selanjutnya memegang dua lutut dengan kedua tapak tangan dengan meratakan tulang punggung, tidak mengangkat kepalanya juga tidak terlalu membungkukkannya, dan jari-jari tangannya hendaknya dalam keadaan terbuka.


6. Pada saat ruku', membaca :

"Subhaana rabbiyal 'azhiimi wabihamdih" sebanyak tiga kali. artinya "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan memuji kepadaNya".




7.
Kemudian bangkit dari ruku' seraya mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua bahu sambil membaca "Sami'allaahu liman hamidah" artinya :"Allah Maha Mendengar orang yang memujiNya" sehingga tegak berdiri dalam keadaan i'tidal, kemudian membaca do'a :
"Rabbanaa lakal hamdu mil-ussamaawaati wamil-umaasyi'ta min syai-in ba'du"
artinya "Wahai Tuhan kami, bagiMu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi serta sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki setelah itu"

8. Kemudian sujud sambil mengucapkan Allahu Akbar, lalu sujud bertumpu pada tujuh anggota sujud, yaitu dahi (yang termasuk di dalamnya) hidung, dua telapak tangan, dua lutut dan ujung dua tapak kaki. Hendaknya diperhatikan agar dahi dan hidung betul-betul mengenai lantai, serta merenggangkan bagian atas lengannya dari samping badannya dan tidak meletakkan lengannya (hastanya) ke lantai dan mengarahkan ujung jari-jarinya ke arah kiblat.

9. Kemudian membaca
"Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdih "sebanyak tiga kali. artinya : "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan memuji kepadaNya"

10. Bangkit dari sujud sambil mengucapkan Allahu Akbar, kemudian duduk Iftirasy, yaitu bertumpu pada kaki kiri dan duduk di atasnya sambil menegakkan telapak kaki kanan seraya membaca:
"Rabbiqhfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii"
artinya: "Wahai Tuhanku ampunilah aku,kasihanilah aku,cukupilah kekuranganku,angkatlah (derajat)ku beririzqilah aku,beri petunjukla aku, sehatkanlah aku dan ma'afkanlah aku."

11. Kemudian sujud lagi seperti di atas, lalu bangkit untuk melaksanakan rakaat kedua sambil bertakbir. Kemudian melakukan seperti pada rakaat pertama, hanya saja tanpa membaca do'a iftitah lagi. Apabila telah menyelesaikan rakaat kedua hendaknya duduk untuk melaksanakan tasyahhud. Apabila shalatnya hanya dua rakaat saja seperti shalat Subuh, maka membaca tasyahhud kemudian membaca shalawat Nabi shallallaahu alaihi wasallam, lalu langsung salam, dengan mengucapkan:
"Assalaamu 'alaikum warahmatullaah" yang artinya : "Semoga kesejahteraan dan rahmat Allah bagimu." Sambil menoleh ke kanan, kemudian mengucapkan salam lagi sambil menoleh ke kiri.

12.
Jika shalat itu termasuk shalat yang lebih dari dua rakaat, maka ketika selesai membaca tasyahhud. salah satu bunyi tasyahhud :
"Attahiyyatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaayulillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wabaraakatuh. Assalaamu 'alaina wa'alaa 'ibaadillaahishshaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa-asyhadu anna Muhammadarrasuulullah. Allaahummashalli 'alaa Muhammad".

Kemudian bangkit berdiri sambil mengucapkan takbir dan mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua bahu, lalu mengerjakan rakaat berikutnya seperti rakaat sebelumnya, hanya saja terbatas pada bacaan surat Al-Fatihah saja.

13.
Kemudian duduk tawarruk, yaitu dengan menegakkan telapak kaki kanan dan meletakkan telapak kaki kiri di bawah betis kaki kanan, kemudian mendudukkan pantat di lantai serta meletakkan kedua tangan di atas kedua paha. Lalu membaca tasyahhud, serta membaca shalawat kepada Nabi shallallaahu alaihi wasallam




"Wa 'alaa aali Muhammad kamaa shallaita 'alaa Ibraahim wa'alaa aali Ibraahim. Wabaarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarata 'alaa Ibraahim wa 'alaa aali Ibraahiim. Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid"

dan disunnatkan meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari empat hal berikut:
"Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari siksa api Neraka, siksa kubur, fitnah hidup dan mati, dan dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal."

14.
Kemudian mengucapkan salam

"Assalaamu 'alaikum warahmatullaah" dengan suara yang jelas sambil menoleh ke kanan, lalu mengucapkan salam kedua sambil menoleh ke kiri.

Macam-Macam Sholat Sunnah & Niatnya.

 Macam-Macam Sholat Sunnah & Niatnya.

01. Sholat Wudhu'


Yaitu sholat sunnah 2 rakaat yang bisa dikerjakan setiap selesai Wudhu'.
* Niat & Lafal Sholat Wudhu' :
Ushalli sunnatal wudhu-i rak'ataini lillaahi taa'alaa
Artinya : "Aku berniat sholat sunnah Wudhu' dua rakaat karna Allah."


02. Sholat Dhuha


Yaitu Sholat sunnah yang dikerjakan waktu matahari setinggi tombak (sekitar pkl 07.00) sampai waktu menjelang Dzuhur (sekitar 11.00). Gunanya antara lain untuk memohon kemudahan rezeki. Dikerjakan paling sedikit 2 rakaat dan sebanyak-banyaknya 12 rakaat.
* Niat & Lafal Sholat Dhuha :
Ushalli sunnatad dhuhaa rak'ataini lillaahi taa'alaa
Artinya : "Aku berniat sholat sunnah dhuha dua rakaat karna Allah."


03. Sholat Tahiyatul Masjid


Yaitu Sholat Sunnah yang bertujuan untuk menghormati masjid, dikerjakan bagi orang yang baru masuk masjid sebelum duduk.
* Niat & Lafal Sholat Tahyatul Masjid :
Ushalli sunnatal tahyatul masjidi rak'ataini lillaahi taa'alaa
Artinya : "Aku berniat sholat sunnah tahyatul masjid dua rakaat karna Allah."


04. Sholat 2 Hari Raya


Yaitu sholat sunnah yang dikerjakan pada pagi hari raya Idul Fitri (1 Syawal) dan Idul Adha (10 Zulhijjah).
*) Niat & Lafal Sholat Hari Raya Idul Fitri :
Ushalli sunnatal li iidil fitri rak'ataini (imamam/makmumam) lillaahi taa'alaa
Artinya : "Aku niat sholat idul fitri dua rakaat (imam/makmum) karna Allah."
*) Niat & Lafal Sholat Hari Raya Idul Adha :
Ushalli sunnatal li iidil adha rak'ataini (imamam/makmumam) lillaahi taa'alaa
Artinya : "Aku niat sholat idul adha dua rakaat (imam/makmum) karna Allah."


05. Sholat Tahajjud


Yaitu sholat sunnah yang dilaksanakan pada waktu tengah malam dan setelah tidur, minimal 2 rakaat dan maksimal sebatas kemampuan kita.
* Niat & Lafal Sholat Tahajjud :
Ushalli sunnatat tahajjudi rak'ataini lillaahi taa'alaa
Artinya : "Aku berniat sholat tahajjud dua rakaat karna Allah."


06. Sholat Istikharah

Dikerjakan untuk meminta petunjuk Allah swt untuk memutuskan diantara 2 pilihan yang masih kita ragukan.
* Niat & Lafal Sholat Istikharah :
Ushalli sunnatal Istikharah rak'ataini lillaahi taa'alaa
Artinya : "Aku berniat sholat istikharah dua rakaat karna Allah"

07. Sholat Hajat


Dikerjakan saat kita mempunyai hajat dan memohon kepada Allah swt agar apa yang menjadi harapan kita dikabulkan oleh-Nya.
* Niat & Lafal Sholat Hajat :
Ushalli sunnatal Hajaati rak'ataini lillaahi taa'alaa
Artinya : "Aku berniat sholat hajat dua rakaat karna Allah."


08. Sholat Taubat


Dilakukan jika merasa berbuat dosa kepada Allah SWT agar mendapatkan ampunan-Nya.
Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi taa'alaa
Artinya : "Aku berniat sholat taubat dua rakaat karna Allah."


09. Sholat Tasbih


Yaitu Sholat sunnah yang dianjurkan dikerjakan tiap malam, jika tidak bisa 1 minggu sekali/paling tidak seumur hidup sekali. Shalat ini sebanyak 4 rakaat, dengan ketentuan jika dikerjakan pada siang hari cukup dengan 1 salam, Jika dikerjakan pada malam hari dengan 2 salam.
* Niat & Lafal Sholat Tasbih :
Ushalli sunnatat tasbihi arba'arakaatin lillaahi taa'alaa
Artinya : "Aku berniat sholat tasbih empat rakaat karna Allah."
* Cara pengerjaannya :
a) Niat (seperti diatas)
b) Usai baca surat Al Fatihah dan surah/sebelum rukuk, baca tasbih 15x
c) Ketika Ruku', Usai baca do'a ruku, baca tasbih 10x
d) Ketika I'tidal, usai membaca do'a 'itidal, baca tasbih 10x
e) Ketika Sujud Pertama, usai baca doa sujud, baca tasbih 10x
f) Usai baca do'a duduk diantara 2 sujud, baca tasbih 10x
g) Usai baca doa sujud kedua, baca tasbih 10x

h) Ketika bangun dari sujud kedua, sebelum bangkit (duduk istirahat sebentar sambil baca tasbih 10x) terus baru berdiri untuk rakaat kedua.
-> Jumlah keseluruhan tasbih yg dibaca pada tiap rakaatnya sebanyak 75x.
==bacaan tasbih==
"Subhaanallaah wal hamdulillaah wa laa i laa ha illallaahu wallaahu akbar"
Artinya : "Mahasuci Allah, Segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar."


10. Sholat Tarawih


Yaitu Sholat yang dikerjakan pada malam hari sesudah sholat isya pada bukan ramadhan.
* Niat Sholat Tarawih :
Ushalli sunnatat tarawih rak'ataini (imamam/makmumam) lillaahi taa'alaa
Artinya : "Aku berniat sholat tarawih dua rakaat (imam/makmum) karna Allah."


11. Sholat Witir


Yaitu sholat sunnah yang biasanya dirangkaikan dengan sholat tarawih. Bilangan rakaatnya ganjil (1,3,5,7,9,11).
* Niat sholat witir :
Ushalli sunnatal witri .(.....) rak'atan (imamam/makmumam) lillaahi taa'alaa
Artinya : "Aku berniat sholat witir (.....) rakaat karna Allah."


12. Sholat Kusuf dan Khusuf


Sholat sunnah kusuf dilaksanakan saat terjadi gerhana matahari dan sholat khusuf dilaksanakan saat terjadi gerhana bulan.
* Niat serta Lafal Sholat Kusuf & Khusuf :
Ushalli sunnatal (kusuufi/khusuufi) rak'ataini lillaahi taa'alaa
Artinya : "Aku berniat sholat (gerhana matahari/gerhana bulan) dua rakaat karna Allah."
==tata cara pelaksanaannya, tunggu di postingan selanjutnya==


13. Sholat Istisqa'


Yaitu sholat yang dikerjakan berjama'ah dilapangan bertujuan untuk memohon kepada Allah swt agar diberi hujan.
* Niat & Lafal sholat istisqa' :
Ushalli sunnatal istisqaa-i rak'ataini (imamam/makmumam) lillaahi taa'alaa
Artinya : "Aku berniat sholat istisqa' dua rakaat (imam/makmum) karna Allah."


14. Sholat Mutlaq


Yaitu sholat sunnah yang tidak ditentukan waktunya & tidak ada sebab.
* Niat & Lafal sholat sunnah mutlaq :
Ushalli sunnata rak'ataini lillaahi taa'alaa
Artinya : "Aku berniat sholat sunnah dua rakaat karna Allah."


15. Sholat Rawatib


16. Sholat Jenazah

Senin, 23 Mei 2016

TIPOLOGI KEPEMIMPINAN GUS DUR

 TIPOLOGI KEPEMIMPINAN GUS DUR


              Abdurrrahman Wahid atau yang sering disebut Gus Dur adalah sosok pemimpin yang sangat akrab di telinga kita. Mantan Presiden ke-4 RI ini bahkan sudah dikenal di seluruh dunia. Sepak terjang dan gagasan-gagasannya yang kotroversial menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang memperbincangkannya. Ibarat telaga yang tak pernah kering untuk ditimba.
Selain dikenal sebagai aktivis prodemokrasi, perjuangan dan pembelaannya kepada kaum minoritas benar-benar mendapat apresiasi yang positif dari banyak kalangan, termasuk dunia internasional meskipun sebenarnya juga tidak sedikit yang tidak suka. Lebih dari itu, ketokohan dan kepemimpinan Gus Dur dalam mempelopori dialog antar umat beragama, mendapat respond an apresiaai yang luar biasa dari masyarakat internasional. Ini terbukti dengan diterimanya penghargaan Global tolerance Award oleh Gus Dur dalam peringatan Hari Hak Asasi Manusia Internasional tanggal 10 Desember 2003 di markas PBB New York.
             Pada sisi lain, proses terpilihnya Presiden Abdurrahman wachid bisa dikatakan unik padahal, partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai partai pendukungnya hanya memiliki 10 % kursi di DPR, sementara partai Golkar dan PDI Perjuangan yang memiliki jumlah suara lebih besar gagal memperoleh kursi presiden. Pembahasan dan terhadap kepemimpinan ala Gus Dur ini dimaksudkan sebagai upaya dan sarana berlatih melakukan analisis kepemimpinan. Di samping itu, pembahasan ini juga bertujuan memperoleh bahan diskusi dan informasi yang jelas tentang tentang gaya kepemimpinan Gus Dur. Lebih spesifik lagi gaya kepemimpinan Gus Dur saat menjadi presiden RI serta kelebihan dan kekurangannya?
Dalam kaitannya dengan kepemimpinan demokratis. Dipercaya bahwa tidak ada satupun pendapat yang lebih baik dari yang lain, sampai suatu pendapat itu terbukti dapat terlaksana dengan lebih baik dari yang lain. Namun demikian, dalam demokrasi kita mengenal prinsip siapa saja yang akan terkena suatu kewajiban, mempunyai hak untuk berpartisipasi dalam membuatnya. Jadi claim bahwa suatu golongan lebih berhak bersuara tentang penyelenggaraan sistem persekolahan, adalah tidak sesuai dengan prinsip demokrasi. Masih lagi, apapun pendapat yang siterima, masih perlu diuji dalam praktik; kita tidak akan mempertahankan pendapat yang ternyata gagal dalam praktik.
Dalam praktik demokrasi di Indonesia khususnya, adalah wajar jika pemimpin untuk mendelegasikan pekerjaan atau tugas-tugas tertentu. Dalam hal ini pimpinan diharap dapat bertanggung jawab dan sekaligus kompeten. Pimpinan dalam melakukan tugasnya, tidak perlu mencari nasihat dari orang lain dalam pembuatan keputusan (kecuali hal itu memang telah ditentukan sebelumnya oleh aturan yang ada). Tidak perlu mencari nasihat mungkin dapat menimbulkan kesan adanya kepemimpinan yang tidak bijaksana, tapi kepemimpinan yang demikian itu sendiri tidak perlu berarti tidak demikratis, tidak ada konflik disini dengan kewajiban pimpinan menghargai hak-hak demokrasi yang bersifat pribadi dari orang lain; partisipasi dalam pembuatan keputusan bukanlah suatu hak pribadi, melainkan hak yang terkait dengan kedudukan seseorang. Contohnya, Presiden RI tidak perlu berkonsultasi dengan tiap warganegara untuk menyatakan negara dalam keadaan bahaya, tapi menyatakan keadaan bahaya tersebut atas dasar aturan yang telah ada (yang mungkin telah dibuat oleh wakil-wakil dari pada warganegara tersebut secara demokratis)
Sementara itu tiap orang memiliki hak asasi atau pribadi yang dijamin dengan Undang-Undang Dasar. Seorang pemimpin yang demokratis tidak akan melanggar hak-hak tersebut; jika sampai ia melanggarnya, maka ia akan dipaksa untuk memperbaiki cara-cara yang telah tidak sesuai itu, atau ia akan mendapati dirinya didepak dari posisi kepemimpinannya. Apabila hak-hak pribadi itu tidak dipersoalkan, maka kriterianya adalah adanya pemerintahan atas dasar perwakilan. Prinsipnya sama, yaitu kelompok yang mengawasi adalah kelompok yang terkena akibat, tetapi mekanismenya saja yang berbeda. Bila suatu kelompok secara bebas/demokratis mendelegasikan hak mengontrolnya kepada seorang representatif, maka representatif itu sesungguhnya adalah kelompok yang ia wakili itu sendiri. Keunikan-keunikan Gus Dur sebagai seorang pemimpin terlihat sebagai berikut.
Pertama, Gus Dur memiliki wacana religio-kultural yang dalam dan kuat dalam banyak hal yang tidak tampak (intangible) tetapi mendasari semua tindakannya dalam mengimplementasikan peran-perannya (tangible). Hal ini disebabkan Gus Dur menguasai nilai-nilai agama dan budaya lokal, filosofis dan dasar-dasar ideologis. Pemanfaatan terhadap dasar-dasar ideologis atau (ideologically based) dan sistem keyakinan yang memicu secara positif (positive beliefs system) dapat memunculkan dukungan masyarakat dan terelemenasinya konflik budaya dan keagamaan.
Disamping itu, Gus Dur juga memiliki kharisma/daya tarik yang luar biasa sehingga mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar. Yang menarik, para pengikut Gus Dur kadang tidak mempersoalkan nilai-nilai yang dianut, sikap dan penlaku serta gaya Gus Dur. Bisa saja kharismatik Gus Dur ini menggunakan gaya yang otokratik atau diktatorial, namun para pengikutnya tetap setia kepadanya. Contohnya adalah pembentukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang secara struktural terpisah dari NU, namun secara kultural para pengikut cenderung mengikuti kemanapun Gus Dur melangkah. Padahal notabene pengikut PKB adalah pengikut NU dan simpatisan Gus Dur. Lebih lanjut dampak dari kepemimpinan Gus Dur tipe ini mengakibatkan PKB terpecah menjadi dua kubu, namun sekali lagi Gus Dur tampil sebagai penyelamat PKB yang sekarang ini dinahkodai Muhaimin Iskandar.
Ketiga, Gus Dur secara inspirasional menunjukan kualitas personal yang mempesona (attractiveness personal) yang dicirikan dengan sifat proaktif, kolaboratif, humanis, berjiwa avant-garde yang kesemuanya diorientasikan pada konsep keteladanan (al-uswat al-hasanah). Artikulasi Jawa tentang Gus Dur sebagai pemahaman “digugu lan ditiru” menjadi faktor determinan bagi tampilnya peran kepemimpinan yang membangkitkan semangat dan menjadi inspirasi (Inspirational leadership). Setidak-tidaknya seorang pemimpin yang inspiratif senantiasa memiliki gagasan-gagasan brilian, kreatif, inovatif yang mampu mencari jalan keluar bagi semua permasalahan bangsa.
Dalam banyak kasus, gaya kepemimpinan Gus Dur cenderung nyleneh. Di tengah-tengah orang mensakralkan lembaga kepresidenan, Gus Dur malah sebaliknva. Istana Presiden yang semula terkesan tertutup dan formal, diubahnya menjadi “istana rakyat” dengan mengadakan open house bagi semua masyarakat, tidak peduli rakyat atau pejabat.
Dalam pandangan demokrasi tindakan semacam ini adalah positif dalam arti memperlakukan rakyat sama martabat dan derajatnya. Siapapun yang bernama rakyat pantas dan berhak “menikmati” istana kepresidenan.
            Pada penstiwa lain, Gus Dur merupakan seorang pemimpin yang berani mengambil keputusan, salah satunya ketika ia berani mengangkat Khoflfah Indar Parawansa (yang relatif dianggap masih “ijo” dan tak ada apa-apanya”) sebagai menteri. Langkah Gus Dur ini merupakan bentuk terobosan eksperimentatif, namun justru paling relevan. Gus Dur mencoba menampilkan kader-kader muda yang boleh dikatakan amat minim terpengaruh “Sekolah Orde Baru” (Tjahyono, 2002)
Gayanya yang lain adalah suka melemparkan gagasan yang sangat kontroversral.Misalnya ide membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Kontan saja ide tersebut mendapat reaksi keras dari lawan-lawan politiknya. Sebab dalam pandangan banyak orang, terutama kalangan islam garis keras, Israel adalah bangsa merampas tanah Palestina. Juga langkahnya memberhentikan para menteri dari partai yang telah mengantarkanya menjadi Presiden adalah kontrovesial ucapannya, termasuk ancaman Dekrit presiden dan beberapa daerah akan memerdekakan diri bila MPR menggelar Sidang Istimewa menuntut pertanggungjawaban beliau. Ada kesan Gus Dur memaksakan kehendak sehingga popularitas Gus Dur saat itu semakin merosot yang akhirnya diberhentikan menjadi presiden melalui sidang istimewa MPR.( “lndonesia Sepanjang Tahun 2001” Kompas) Meskipun demikian, daya tarik kharismanya tidak pudar. Terutama kalangan warga nahdliyin, mereka tetap menghormati dan mengakui kepemimpinannya.
Setidaknya uraian di atas memberikan infbrmasi kepada kita tentang bagaimana tipe ataupun gaya kepemlmpinan Gus Dur tidak monolitik. Tetapi, bervariasi sangat situasional. Suatu ketika beliau cenderung dcmokratis, pada saat yang lain beliau bisa ccnderung otokratik bahkan bisa sangat kharismatik.
          Dengan demikian, kelebihan dari gaya kepemimpinan Gus Dur adalah konsistensinya pada perjuangan membela hak-hak kaum minoritas dan demokrasi dan penghargaannya yang tinggi terhadap perbedaan Sikap kontroverialnya justru bisa dijadikan pelajaran berharga dalam Mendewasakan anak bangsa untuk tidak gampang kaget dengan sesuatu yang berbeda. Kekurangan gaya kepemimpinan ala Gus Dur bisa menimbulkan krisis kewibawaan seorang pemimpin karena ada kesan otoriter dan pernimpin tidak bekerja dengan standar- standar norma yang .jelas. Keunikannya (baca: nyeleneh) dalam menentang arus pada umumnya: ancaman disintegrasi P. Madura) memberi kesan pemimpin tidak bisa mengendalikan diri dengan baik. Gaya kepemimpinan seseorang tidak bersifat “fixed”. Artinya, gaya kepemimpinan seseorang bisa berubah dari tipe dasarnya bila situasi menuntutnya demikian, meskipun perubahan itu kadang bersifat sementara. Gaya kepemimpinan Gus Dur diwarnai oleh gaya dan tipe khansmatik, demoktaris, dan pada situasi tertentu bergaya otokratis.

Keorganisasian Dan Kepemimpinan

A. ORGANISASI
 
1. DEFINISI
Sebelum membahas lebih jauh tentang definisi organisasi, perlu diketahui dahulu apa yang disebut dengan definisi. Dalam menentukan definisi, ada tiga hal yang perlu diperhatikan:
  1. Menentukan golongan kelas suatu barang.
  2. Perbedaan barang itu dengan barang lainnya yang satu golongan dengannya.
  3. Mesti menampakkan essential atributes, sifat-sifat utama, sifat-sifat utama ialah kelas/persamaan sejenis dan perbedaan.
Di lain hal yang perlu di perhatikan adalah syarat-syarat dalam menentukan definisi.
Syarat definisi antara lain;

  1. Sebisa bisanya singkat, jangan terlalu luas makna dan terlalu sempit.
  2. Tidak boleh circular atau berputar-putar.
  3. Harus general atau umum.
  4. Tidak boleh memakai metafor, ibarat, kata figuratif, penggambaran, kata yang obscurated, menggunakan perkataan gaib atau samar.
  5. Tidak boleh memakai kalimat negatif.

Jadi definisinya definisi adalah Menentukan batas-batas yang tepat suatu perkataan, hukum atau paham.

Kembali ke konteks materi, perlahan-lahan coba kita pahami apa yang disebut dengan organisasi. Yang paling pantas memberikan definisi yang berlaku universal adalah para ahli.

Definisi organisasi menurut Para Ahli ;

a. George R. Terry
Pengorganisasian adalah membangun hubungan perilaku yang efektif antara orang-orang sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien dan dapat menghasilkan kepuasan pribadi dalam melakukan tugas-tugas yang dipilih di bawah kondisi lingkungan yang diberikan untuk mencapai beberapa tujuan yang objektif.

b. Louis A. Allen
Kita dapat mendefinisikan Organisasi sebagai proses mengidentifikasi dan hubungan pengelompokan pekerjaan yang harus dilakukan, mendefinisikan dan mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang, dan membangun tujuan yang memungkinkan orang untuk bekerja bersama-sama secara efektif dalam mencapai tujuan.

c. James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap asosiasi manusia untuk pencapaian tujuan bersama.

d. Menurut Pemateri (Rahmat Al Kafi)
Organisasi adalah sebuah wadah tempat berhimpun dan berkumpulnya manusia-manusia yang punya rasa yang sama (nasib, darah, hobby, kegemaran, ideology, dll.) yang kemudian berproses untuk berjuang mencapai tujuan yang disepakati secara organisasi atau individu.

2. TUJUAN
Tujuan organisasi akan diatur sesuai dengan bidang gerak organisasi tersebut. Di lain hal, yang perlu dipahami adalah apa tujuan individu dalam berorganisasi atau mengikuti sebuah organisasi. Bila kita amati, tujuan umumnya antara lain;

  • Ingin mengembangkan diri.
  • Karena sesuai dengan hobby atau kegemaran.
  • Sama dengan ideologi atau pemahaman yang di bawa.
  • Ingin punya banyak teman/jaringan luas.
  • Ingin menjadi orang terkenal. (bagus citranya)
  • Ingin melanjutkan perjuangan orang – orang sebelumnya (teman, saudara, orang tua dll.)
  • Ingin punya banyak ilmu (menguasai) (sesuai dengan organisasi yang di ikuti).
  • Gengsi diri.
  • Ikut ajakan teman.
  • Coba – coba.
  • Dan banyak lagi (renungkan sendiri).


3. FUNGSI
Dalam mencapai maksud dan tujuan organisasi, ada 4 (empat) fungsi organisasi yang sangat perlu diperhatikan, berkaitan dengan manajemen organisasi, yakni:
a. Planning (perencanaan)
Hal yang berkaitan dengan perencanaan dalam organisasi diantaranya adalah rencana-rencana yang coba disusun oleh pengelola organisasi, seperti rencana kerja atau kegiatan serta anggaran yang diperlukan, teknis pelaksanaannya dapat disepakati melalui rapat-rapat, seperti:
- Rapat Pengurus atau Rapat Anggota yang membicarakan tentang rencana-rencana kerja pengurus serta kegiatan anggota yang akan dilakukan dengan satu atau lebih target yang akan dicapai. Serta perlu juga untuk menentukan berapa jumlah anggaran yang diperlukan untuk mendukung kerja organisasi atau untuk suatu event/kegiatan wujudnya dalam bentuk proposal kegiatan.

b. Organizing (pengaturan)
Dalam hal pengaturan, unsur yang perlu diperhatikan & diwujudkan adalah :
- Struktur Organisasi yang mampu menunjukkan bagaimana hubungan (relationship) kerja antara organisasi/bagian/seksi yang satu dengan yang lain.
- Job Description (Deskripsi Kerja) yang mampu menjelaskan tugas masing-masing bagian/seksi.
- Bentuk Koordinasi antar bagian dalam organisasi (misal: Rapat Koordinasi antar bagian, Rapat Pengurus, Rapat Anggota, dll)
- Arsip & Inventaris Organisasi (administrasi organisasi) harus diatur, ditata dengan baik, seperti: surat masuk, surat keluar, laporan-laporan, proposal keluar, data anggota, dokumentasi kegiatan, AD/ART, GBHK, Absensi, hasil-hasil rapat, inventaris yang dimiliki, sirkulasi inventaris, buku sirkulasi keuangan dll.
-
c. Actuating (Menggerakkan)
Menggerakkan (actuating) menurut Terry yang berarti merangsang anggota-anggota kelompok melaksanakan tugas-tugas dengan antusias dan kemauan yang baik. Menurut Keith Davis, actuating adalah kemampuan membujuk orang-orang mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan penuh semangat.

Wujud kongkritnya adalah :
- Menggerakkan anggota untuk konsisten dalam menjalankan rencana-rencana organisasi
- Realisasi program kerja yang telah disepakati bersama

d. Controling (pengawasan)
Tugas organisasi ataupun pimpinan/Pengurus organisasi yang tidak boleh terlewatkan adalah melakukan pengawasan terhadap aktifitas organisasi ataupun realisasi kegiatan serta penggunaan anggaran.
Pengawasan disini juga dimaksudkan pengawasan terhadap kondisi personal anggota. (sikap, perilaku, Konflik dll.)

4. SYARAT
Empat syarat hidup organisasi.

  • Eksistensi. (Harus eksis)
  • Adaktif. (Mampu beradaptasi dengan lingkungan atau zaman)
  • Survive. (Bertahan hidup/menahan intervensi dari luar)
  • Dinamik. (Mampu berkembang dan berinovasi).


5. ORGANISASI MAHASISWA.
Organisasi mahasiswa adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa yang tujuannya disesuaikan dengan landasan atau bidang gerak organisasi tersebut. Organisasi dalam tataran mahasiswa berfungsi untuk pembentukan kader, cara berpikir, cara bekerja, (termasuk juga; etika, moral, tanggungjawab, mental, psikologis, cara mengerjakan sesuatu dll). Yang kemudian hal ini akan menjadi ciri khas tersendiri para kader-kader dimana organisasi mereka berasal.

B. KEPEMIMPINAN
1. DEFINISI KEPEMIMPINAN
Ada beberapa definisi/pengertian kepemimpinan, antara lain:

a. Tannebaum, Weschler and Nassarik
Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu.

b. Shared Goal, Hemhiel & Coons
Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

c. Rauch & Behling
Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama.

Banyak kesimpulan bahwa kepemimpinan ada persolaan pengaruh terhadap orang lain atau kelompok, jadi pemimpin yang tidak mempunyai pengaruh, bukan pemimpin yang punya gaya kepemimpinan.

2. PENGERTIAN PEMIMPIN
Pemimpin adalah pelaku utama sebuah proses organisasi. Sebuah organisasi memiliki pemimpin, entah ketua umum, ketua bidang/seksi dll. Kepemimpinan hanya dapat diterapkan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai pengaruh.

3. TUGAS DAN PERAN PEMIMPIN
Menurut James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah:
a. Pemimpin bekerja dengan orang lain
Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang di luar organisasi.

b. Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akuntabilitas).
Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas, menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafnya tanpa kegagalan.

c. Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas
Proses kepemimpinan dibatasi sumber, jadi pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada staf/anggota/seksi. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.

d. Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual
Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.

e. Pemimpin adalah seorang mediator
Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah). Dan yang perlu diperhatikan pemipin sebisa mungkin tidak berada di salah satu blok konflik untuk membuat seorang pemimpin dapat melihat situasi secara objektif sehingga mudah menyelesaikan masalah.

f. Pemimpin adalah politisi dan diplomat
Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya.

g. Pemimpin membuat keputusan yang sulit
Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah dan berani mengambil resiko bila harus memutuskan persoalan yang sulit.

Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah:
a. Peran hubungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.
b. Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.
c. Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator

4. PRINSIP-PRINSIP DASAR KEPEMIMPINAN
Sebelum lebih jauh menjelaskan tentang prinsip-prinsip kepemimpinan, perlu dipahami adalah, apa yang disebut dengan prinsip.

Menurut Stephen R. Covey (1997), Prinsip adalah bagian dari suatu kondisi, realisasi dan konsekuensi. Mungkin prinsip menciptakan kepercayaan dan berjalan sebagai sebuah kompas/petunjuk yang tidak dapat dirubah. Prinsip merupakan suatu pusat atau sumber utama sistem pendukung kehidupan yang ditampilkan dengan 4 dimensi seperti; keselamatan, bimbingan, sikap yang bijaksana, dan kekuatan. 

Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. Coney), sebagai berikut:

1. Seorang yang Belajar Seumur Hidup
Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, belajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.

2. Berorientasi pada Pelayanan
Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpin dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik.

3. Membawa Energi yang Positif
Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk itu, dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus dapat menunjukkan energi yang positif, seperti;
a. Percaya pada orang lain
Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian.

b. Keseimbangan dalam kehidupan
Seorang pemimpin harus dapat menyeimbangkan tugasnya. Berorientasi kepada prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat.

c. Melihat kehidupan sebagai tantangan
Kata ‘tantangan’ sering diinterpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif, keterampilan, kreatifitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan.

d. Sinergi
Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis perubahan. Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Sinergi adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. Menurut The New Brolier Webster International Dictionary, Sinergi adalah satu kerja kelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang atasan, staf, teman sekerja.

e. Latihan mengembangkan diri sendiri
Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada proses. Proses daalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan dengan: (1) pemahaman materi; (2) memperluas materi melalui belajar dan pengalaman; (3) mengajar materi kepada orang lain; (4) mengaplikasikan prinsip-prinsip; (5) memonitoring hasil; (6) merefleksikan kepada hasil; (7) menambahkan pengetahuan baru yang diperlukan materi; (8) pemahaman baru; dan (9) kembali menjadi diri sendiri lagi. Sekali lagi, seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang tinggi.

Menjadi pemimpin yang berprinsip dalam organisasi dibutuhkan sebuah pengalaman, karena seorang pemimpin tidak mungkin ketika lahir dari rahim ibunya langsung menjadi pemimpin yang berprinsip, pasti akan diperlukan proses pembelajaran dalam menjalani kehidupan. Teori-teori diatas bukan satu pedoman yang mesti dipakai dalam menggambarkan pemimpin dan kepemimpinan, karena ilmu pengetahuan akan terus berkembang yang kemudian akan menghasilkan perubahan–perubahan, atau juga akan disesuaikan dengan kondisi dan realitas di mana tempat seseorang menjadi pemimpin.

Semoga materi Keorganisasian dan Kepemimpinan ini dapat berguna bagi khalayak umum.

ANTROPOLOGI KAMPUS

ANTROPOLOGI KAMPUS
           Antropologi secara bahasa berasal dari kata anthropos yaitu manusia, sedangkan logs yaitu ilmu. antropologi merupakan suatu ilmu yang pembahasannya membicarakan seputar manusia seperti perilaku, kebudayaan,agama, ras, bahasa dan aspek-aspek material maupun non material lainnya dari manusia.Secara garis besar antropologi dibagi menjadi 2 macam, yaitu antropologi fisik dan budaya.
Kampus berasal dari bahasa latin, campus yang berarti lapangan luas. Dalam pengertian modern kampus berarti sebuah daerah tertutup yang merupakan kumpulan gedung-gedung universitas. Kampus merupakan tempat belajar  mengajar berlangsungnya misi dan fungsi perguruan tinggi. tempat berinteraksi antara dosen dengan mahasiswa, mahasiswa dengan mahasiswa. Kampus boleh dikatakan miniatur negara karena di dalamnya ada poklitik dan kebudayaan yang bermacam-macam.
kampus sebagai lingkungan akademis terdiri dari berbagai warna kehidupan ada yang berperan sebagai dosen, mahasiswa, pegawai. yang menjadi peran paling penting dan ciri utama sebuah kampus adalah dosen dan mahasiswa yang merepresentasikan adanya hubungan saling bertukar informasi atau pengetahuan.
Antropologi kampus pada dasarnya berusaha menjelaskan bagaimana kehidupan (manusia) dalam lingkungan kampus, khususnya mahasiswa sebagai pemeran utama.

TIPOLOGI MAHASISWA (GAYA HIDUP MAHASISWA)
sebagai kader PMII kita harus mengetahui beberapa tipolgi mahasiswa, setiap mahasiswa memiliki gaya atau tipe yang berbeda, kita sebagai kader PMII harus mmpu menempatkan diri kita pada golongan yang seperti apa. berikut tipologi mahasiswa:
1.  Hedonis = mahasiswa yang hidup dengan mengikuti perkembangan zaman, gaul, populer.
2. Akademis (pemikir) = golongan mahasiswa yang memanfaatkan status kemahasiswaannya sebagai waktu untuk menimba ilmu.
3. Aktivis = mahaisswa yang ikut dan katif pada organisasi.
4. Apatis = sikap acuh tak acuh, tak mau tahu tentang kondisi sosial dan politik dikampus.
5. Humoris = mahasiswa yang memanfaatkan waktunya sebagai masa liburan, mendapatkan kebebasan dari perhatian orang tua.
6. Mahasiswa study oriented = tipikal mahasiswa yang selalu rajin masuk kuliah dan melaksanakan tugas akademik, mendapat nilai bagu, cepat lulus.
7. Mahasiswa agamis = tipikal mahasiswa kemana-mana membawa al-quran, berpakaian ala orang arab, menjaga jarak dengan lawan jenis.
8. Mahasiswa santai apa adanya = tipikal mahasiswa yang tidak banyak berfikir, menjalani kehidupan apa adanya, tidak banyak memikirkan kuliah.
9. Mahasiswa mencari cinta
10. Mahasiswa jomblo tidak laku-laku
11.  Mahasiswa tidak jelas
12. Mahasiswa gadungan
13. Mahasiwa abadi.

KAMPUS DAN PMII
           kampus adalah ruang kaderisasi bangsa. Kampus memiliki pemerintahan dan rakyat, oleh karananya kita akan menemukan berbagai kelompok yang akan bertaruh dalam memperebutkan eksistensi di kampuas.
Benturan ideologi antar gerakan mahasiswapun akan terjadi dikampus, inilah yang menjadikan kehidupan di kampus menjadi sangat kondusif. Sejarah mencatat bahwa perubahan-perubahan mendasar di negara ini juga berangkat dari komunitas-komunitas intelektual kampus. Kampus sebagai laboratorium demokrasi indonesia
Kampus memiliki pemerintahan BEM atau SEMA, PEMIRA sebagai momentum mengakselerasi perubahan-perubahan yang dianggap penting oleh gerakan mahaiswa dengan segala karakteristik perjuangannya.
PMII sebagai organisasi ekstra kampus membina dan mendistribusikan kader-kadernya untuk aktif dalam lembaga-lembaga kampus, agar kader PMII bisa menempa dan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.dan disinilah PMII akan emakin meneguhkan perjuangannya dalam menyalurkan aspirasi mahasiswa di segala lapisan baik akademisi, organisatoris hingga preman kampus.

Manfa'at dan Perilaku Organisasi

PENGANTAR DAN LATAR BELAKANG

Ø  Bidang pengetahuan Perilaku Organisasi semakin pesat perkembangannya :
-          Persoalan organisasi yang cenderung semakin ruwet.
-          Persoalan manusia menjadi tantangan pokok para manajer.
Ø  Perilaku manusia yang berada dalam suatu kelompok atau organisasi adalah awal dari perilaku organisasi.
Ø  Perilaku organisasi hakikatnya mendassarkan pada ilmu perilaku itu sendiri yang dikembangkan dengan pesat perhatiannya pada tingkah laku manusia dalam suatu organisasi.
Ø  Kerangka dasar bidang pengetahuan ini didukung paling sedikit dua komponen, yakni individu-individu yang berperilaku dan organisasi formal sebagai wadah dari perilaku itu.
Ø  Ciri peradaban manusia yang bermasyarakat senantiasa ditandai dengan keterlibatannya dalam suatu organisasi tertentu.
Ø  Manusia dan organisasi sudah menyatu.
Ø  Bila kedua komponen pendukung perilaku organisasi berinteraksi akan melahirkan suatu kancah pendiskusian yang semarak yakni perilaku organisasi sebagai suatu titik perhatian ilmu tersendiri.
Ø  Dalam dua dekade ini membuktikan adaanya perubahan-perubahan yang fundamental dalam bidang teori organisasi.
Ø  Perubahan menghasilkan aneka ragam pendekatan dan peralihan orientasi dasar untuk studi teori organisasi.
Ø  Perubahan pada model birokrasi Weber, dari tingkat pendekatan yang deskriptif ke tingkat pendekatan yang analistis.
Ø  Menurut Warren Bennis bahwa perubahan mendasar dari konsep nilai-nilai organisasi adalah didasarkan pada kemanusiaan yang menghapuskan sifat-sifat depersonalisasi dari mekanisme birokrasi
Tiga dimensi pokok dalam setiap diskusi teori organisasi :
Ø  Dimensi Teknis : menekankan pada kecakapan yang dibutuhkan menggerakkan organisasi (keahlian para birokrat).
Ø  Dimensi Konsep : merupakan motor penggerak dari dimensi pertama dan amat erat hubungannya dengan dimensi ketiga.
Ø  Dimensi Manusia.
Apabila birokrat dalam bekerja hanya mengandalkan pada dimensi pertama dan mengabaikan dimensi kedua, atau bahkan menelantarkan dimensi ketiga maka akan menimbulkan suatu iklim yang tidak respektif terhadap faktor pendukung utama organisasi yaitu manusia pekerja. Ilmu perilaku organisasimengurangi sikap birokrat yang tidak respektif.

MEMAHAMI PERILAKU ORGANISASI
 Definisi
Perilaku Organisasi adalah telaah dan penerapan tentang bagaimana orang-orang bertindak di dalam organisasi. Perilaku Organisasi adalah sarana manusia bagi keuntungan manusia. Perilaku Organisasi dapat diterapkan secara luas dalam perilaku orang-orang di semua jenis organisasi, seperti bisnis, pemerintahaan, sekolah, dan organisasi jasa.
Apapun organisasi itu, ada kebutuhan untuk memahami perilaku organisasi
Unsur pokok dalam perilaku organisasi adalah orang, struktur, teknologi, dan lingkungan tempat organisasi beroperasi. Apabila orang-orang berkgabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan, diperlukan jenis struktur tertentu. Orang-orang juga menggunakan teknologi untuk membantu penyelesaian pekerjaan, jadi ada interaksi antara orang, struktur, dan teknologi, seperti yang terlihat dalam gambar 1-1. Disamping itu, unsur-unsur tersebut dipengaruhi oleh lingkungan luar, dan unsur itu juga mempengaruhinya. Masing-masing unsur perilaku organisasi itu akan diulas secara ringkas.
Orang ; Orang-orang membentuk system sosail intern organisasi. Mereka terdiri dari orang-orang dan kelompok, serta kelompok-kelompokbesar, termasuk juga kelompok kecil.
Selain itu ada juga kelompok tidak resmi dan informal. Orang-orang adalah makhluk hidupyang berjiwa, berpikiran, dan berperasaan yang menciptakan organisasi untuk mencapai tujuan mereka.Organisasi dibentuk untuk melayani manusia, dan bukan sebaliknya orang hidup untuk melayani organisasi.
Struktur ; Struktur menentukan hubungan resmi orang-orang dalam organisasi. Berbagai pekerjaan yang berbeda diperlukan untuk melakukan semua aktivitas organisasi. Ada manajer dan pegawai bukan manajer, akuntan, dan perakit. Orang-orang ini harus dihubungkan dengan cara tertentu yang terstruktur agar pekerjaan mereka efektif. Semua hubungan ini menimbulkan berbagai masalah kerjasama, perundingan, dan pengambilan keputusan yang rumit.
Teknologi ; Teknologi menyediakan sumber daya yang digunakan orang-orang untuk bekerja dan sumber daya itu mempengaruhi tugas yang mereka lakukan. Mereka tidak dapat menghasilkan banyak hal dengan tangan kosong ; jadi mereka mendirikan bangunan,merancang mesin, menciptakan proses kerja, dan merakit sumber daya. Teknologi yang dihasilkan menimbulkan pengaruh signifikan atas hubungan kerja. Lini perakitan tidak sama dengan laboratorium penelitian, dan pabrik baja tidak memiliki kondisi kerja yang sama dengan rumah sakit. Teknologi yang besar berguna sebagai sarana memungkinkan manusia melakukan lebih banyak pekerjaan dengan kualitas yang lebih baik. Tetapi teknologi juga menghambat orang-orang dalam berbagai cara. Teknologi mengandung kerugian dan juga maslahat bagi manusia.
Lingkungan ; Semua organisasi beroperasi di dalam lingkungan luar. Organisasi tidak berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari system yang lebih besar yang memuat banyak unsur lain, seperti pemerintah, keluarga, dan organisai lainnya. Semua unsur ini saling mempengaruhi dalam suatu system yang rumit yang menjadi corak hidup sekelompok orang. Suatu organisasi, seperti pabrik atau sekolah, tidak dapat menghindar dari pengaruh lingkunga luar. Lingkungan luar mempengaruhi sikap orang-orang, mempengaruhi kondisi kerja, dan menimbulkan persaingan untuk memperoleh sumber daya dan kekuasaan. Oleh sebab itu, lingkungan luar harus dipertimbangkan untuk menelaah perilaku manusia dalam organisasi.
APA MANFAAT MEMPELAJARI PERILAKU ORGANISASI ?
Perilaku organisasi juga dikenal sebaagai Studi tentang organisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari organisasi, dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomi, sosiologi, ilmu politik, antropologi dan psikologi. Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang Sumber daya manusia dan psikologi industri serta perilaku organisasi.

Tinjauan umum
Studi organisasi adalah telaah tentang pribadi dan dinamika kelompok dan konteks organisasi, serta sifat organisasi itu sendiri. Setiap kali orang berinteraksi dalam organisasi, banyak faktor yang ikut bermain. Studi organisasi berusaha untuk memahami dan menyusun model-model dari faktor-faktor ini.

Manfaat
Seperti halnya dengan semua ilmu sosial, perilaku organisasi berusaha untuk mengontrol, memprediksikan, dan menjelaskan. Namun ada sejumlah kontroversi mengenai dampak etis dari pemusatan perhatian terhadap perilaku pekerja. Perilaku Organisasi dapat memainkan peranan penting dalam perkembangan organisasi dan keberhasilan kerja.
1)      Mempelajari suatu organisasi dengan lebih menggunakan pendekatan-pendekatan yang lebih ilmiah.
2)      Mempelajari sifat dan budaya dari suatu organisasi atau lingkungan tempat kita bernaung atau yang akan kita masuki.
3)      Mengenal sedikit ilmu psikologi.
4)      Melatih kemampuan analisa, kerja sama tim ,ama public speaking.
Pengetahuan yang diperoleh dengan mempelajari perilaku organisasi adalah membantu seorang manajer untuk mengidentifikasi permasalahan, menentukan bagaimana cara memperbaiki (koreksi) dan mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi.
Kaitan manajemen dengan perilaku organisasi mengungkap permasalahan dan dapat menentukan keputusan untuk mencapai tujuan organisasi.
Manajemen adalah suatu usaha mencapai tujuan organisasi dengan bantuan orang lain. Manajemen merupakan pendayagunaan sumber daya manusia dengan cara cara yang baik untuk mencapai tujuan organisasi.